Halaman Awal Artikel Ketidakpentingan
#2019harusnyoblos
Waktu berjalan sungguh sangat cepat, tidak terasa 5 tahun sudah kepemimpinan bapak Jokowi, saya pun menilik kembali apa visi misi bapak dan pelaksanaannya selama 5 tahun ini, well saya tidak ingin membahasnya karena opini saya mungkin dapat memojokkan saya dan menggiring pandangan pembaca tulisan ini, intinya saya ingin netral hehe, tulisan di atas cuma saran untuk hendaknya menjadi pemilih yang bijak dengan menilik serta menimbang paslon, menjadi partisipan aktif, begitu menurut pelajaran pancasila waktu SMA.
Sayang 1000x sayang spektrum ini masih berputar dengan arah yang sama mengelilingi poros yang sama hanya warnanya mungkin sudah cukup berbeda. Tahun politik selalu sama, diisi dengan perdebatan. Katanya memang negara akan maju jika ada pihak oposisi, tapi entah kenapa yang saya rasakan tidak seperti demikian. Semuanya sama debat debat debat mendebatkan hal" yang perlu di kritisi untuk diperbaiki demi rakyat *terlihat begitu.
Namun setelah tahun itu berlalu toh semuanya masih sama bapak" tetap membanting tulang, ibu" tetap belanja di pasar, pelajar- mahasiswa tetap menuntun ilmu, *rutinitas rakyat.
Yang semula didebatkan dengan begitu semangatnya untuk mendapat simpati rakyat semakin lama semakin hilang menjadi abu karena telah terbakar dengan begitu panasnya, entah pada akhirnya terealisasi atau tidak, rakyat pun sudah tidak mendengar kabar akan hal itu
Tahun berganti dan saya tersadar dengan perubahan dunia yang begitu menakjubkan, teknologi yang begitu canggih, dan kemajuan lainnya
Tapi herannya negara ini masih sama, menjadi konsumen, bukan produsen, meskipun ada beberapa yang sudah mulai mencipta.
Bagaimana bisa maju membahas perkembangan dan membuat terobosan dunia, jika setiap harinya setiap periodenya yang dibahas masih sama, masalah negara demi kesejahteraan rakyat, adu nyinyir antar elit politisi, adu jargon antar para pendukung paslon, adu debat antar paslon, padahal semuanya hanya suara yang terucap dari mulut yang terbuka, masih sama.
Sampai periode berikutnya pun akan terus pada atmosfer itu dan membahas hal seperti itu, bedanya mungkin sudah ganti tema dan pembicara, sudah menjadi tradisi. Bukan berarti tidak ada yang terealisasi, sudah ada kerja nyata, banyak beban dan banyak hasil yang tidak saya ketahui, jadi saya tidak berhak mengatakan demikian, yang saya ketahui sudah ada jalan tol di kota saya dan kereta joglosemarketo yang membuat perjalanan saya menjadi mudah, luar biasa, terimakasih saya ucapkan.
Pada intinya hal yang saya tidak suka adalah suhu panasnya, debat" dan nyinyir"annya, membahas Indonesia yang berkelanjutan memang baik, baik banget malah tapi lebih baik lagi jika talk less do more, kerja kerja kerja, berubah berubah maju!
Jangan sampai tradisi membahas masalah dalam negeri yang tak berkesudahan ini membuat kita terus tertinggal pada negara" yang pokok pembahasannya adalah 'dunia' bukan hanya sekedar 'negara'.

Dan pada akhirnya cuitan ini hanya bisa menyampaikan aspirasi keluh kesah hati untuk para pemimpin negeri tanpa memberi solusi dan tidak bermaksud untuk menggiring opini
Solusi tidak bisa saya sampaikan karena tulisan ini memang dibuat sebagai pekerjaan rumah para elite negeri dan juga masyarakat yang ingin menuju madani.
Kolom komentar boleh diisi asal diisi dengan cuitan berdasar rasio bukan cuitan berdasar keinginan hati yang berujung nyinyir melukai hati.
Sekian 23:07
#2019harusnyoblos
2019 tahun politik dimana masyarakat Indonesia diwajibkan untu memilih pemimpin negara ini untuk 5 tahun kedepan
Tahun panas, pemanasan global+ kemarau >penghujan + kenaikan suhu politik memang pantas membuat 2019 ini disebut sebagai tahun kepanasan (?)
Tahun panas, pemanasan global+ kemarau >penghujan + kenaikan suhu politik memang pantas membuat 2019 ini disebut sebagai tahun kepanasan (?)
Waktu berjalan sungguh sangat cepat, tidak terasa 5 tahun sudah kepemimpinan bapak Jokowi, saya pun menilik kembali apa visi misi bapak dan pelaksanaannya selama 5 tahun ini, well saya tidak ingin membahasnya karena opini saya mungkin dapat memojokkan saya dan menggiring pandangan pembaca tulisan ini, intinya saya ingin netral hehe, tulisan di atas cuma saran untuk hendaknya menjadi pemilih yang bijak dengan menilik serta menimbang paslon, menjadi partisipan aktif, begitu menurut pelajaran pancasila waktu SMA.
Sayang 1000x sayang spektrum ini masih berputar dengan arah yang sama mengelilingi poros yang sama hanya warnanya mungkin sudah cukup berbeda. Tahun politik selalu sama, diisi dengan perdebatan. Katanya memang negara akan maju jika ada pihak oposisi, tapi entah kenapa yang saya rasakan tidak seperti demikian. Semuanya sama debat debat debat mendebatkan hal" yang perlu di kritisi untuk diperbaiki demi rakyat *terlihat begitu.
Namun setelah tahun itu berlalu toh semuanya masih sama bapak" tetap membanting tulang, ibu" tetap belanja di pasar, pelajar- mahasiswa tetap menuntun ilmu, *rutinitas rakyat.
Yang semula didebatkan dengan begitu semangatnya untuk mendapat simpati rakyat semakin lama semakin hilang menjadi abu karena telah terbakar dengan begitu panasnya, entah pada akhirnya terealisasi atau tidak, rakyat pun sudah tidak mendengar kabar akan hal itu
Tahun berganti dan saya tersadar dengan perubahan dunia yang begitu menakjubkan, teknologi yang begitu canggih, dan kemajuan lainnya
Tapi herannya negara ini masih sama, menjadi konsumen, bukan produsen, meskipun ada beberapa yang sudah mulai mencipta.
Bagaimana bisa maju membahas perkembangan dan membuat terobosan dunia, jika setiap harinya setiap periodenya yang dibahas masih sama, masalah negara demi kesejahteraan rakyat, adu nyinyir antar elit politisi, adu jargon antar para pendukung paslon, adu debat antar paslon, padahal semuanya hanya suara yang terucap dari mulut yang terbuka, masih sama.
Sampai periode berikutnya pun akan terus pada atmosfer itu dan membahas hal seperti itu, bedanya mungkin sudah ganti tema dan pembicara, sudah menjadi tradisi. Bukan berarti tidak ada yang terealisasi, sudah ada kerja nyata, banyak beban dan banyak hasil yang tidak saya ketahui, jadi saya tidak berhak mengatakan demikian, yang saya ketahui sudah ada jalan tol di kota saya dan kereta joglosemarketo yang membuat perjalanan saya menjadi mudah, luar biasa, terimakasih saya ucapkan.
Pada intinya hal yang saya tidak suka adalah suhu panasnya, debat" dan nyinyir"annya, membahas Indonesia yang berkelanjutan memang baik, baik banget malah tapi lebih baik lagi jika talk less do more, kerja kerja kerja, berubah berubah maju!
Jangan sampai tradisi membahas masalah dalam negeri yang tak berkesudahan ini membuat kita terus tertinggal pada negara" yang pokok pembahasannya adalah 'dunia' bukan hanya sekedar 'negara'.

Dan pada akhirnya cuitan ini hanya bisa menyampaikan aspirasi keluh kesah hati untuk para pemimpin negeri tanpa memberi solusi dan tidak bermaksud untuk menggiring opini
Solusi tidak bisa saya sampaikan karena tulisan ini memang dibuat sebagai pekerjaan rumah para elite negeri dan juga masyarakat yang ingin menuju madani.
Kolom komentar boleh diisi asal diisi dengan cuitan berdasar rasio bukan cuitan berdasar keinginan hati yang berujung nyinyir melukai hati.
Sekian 23:07
Komentar
Posting Komentar